Antara kamu, Yunisa KD, dan novel-novelnya

Ikut Singapore Literature Prize 2014

Yunisa KD • May 5, 14 • BeritaTidak ada Komentar

Latar
Tanggal 30 Apr aku mendapat email khusus (bukan email massal) dari Jade – Singapore Book Council. Novel pertamaku Sakura Bersemi di Yokohama dulu memang kuikutkan Singapore Literature Prize 2006. Waktu itu, fiksi dan puisi kategorinya sama.

Tahun ini SLP (Singapore Literature Prize) dibagi menjadi 12 kategori! Dan aku kaget kok panitia sempat mengirim email pribadi ke peserta tahun-tahun silam.. Jadi aku bilang ke suami, aku mau kirim #SepotongKataMaaf – dan dia kirim pos Jumat lalu.Singapore Literature Prize 2014

Alasan ikut SLP
Panitia bakal menaruh satu buku di Singapore National Library? Novel pertamaku Sakura Bersemi di Yokohama dan Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura ada di National Library. Novel keduaku Sydney Darling Harbour ada di Sydney Library.

Mengapa Sepotong Kata Maaf dan bukan Obsesi dan Deja vu
Dua novelku terbit tahun 2013. Tapi stok di sini cuma cukup buat Sepotong Kata Maaf. Yang jelas, Sepotong Kata Maaf bukan novel biasa. Novel ini salah satu yang terpilih dari >630 naskah yang masuk untuk lomba Grasindo: Publisher Seeking Authors tahun 2013.

Plotnya, aku terinspirasi Steins Gate – karakter utama bolak-balik melintasi waktu. Aku juga memakai 3 perspektif berbeda di bab yang berbeda untuk menggambarkan perasaan tokoh tersebut. (Lihat tanda bintang * di judul bab).

Orang yang baru pertama kali baca novelku bilang mereka suka banget, bukunya mudah dibaca, bisa merasakan emosi, bisa tertawa dan misuh-misuh saat membaca. Sementara para haters tetap komplain dan misuh-misuh: mereka nggak ngerti, aku tidak tahu diri, dsb, terutama karena beberapa dari mereka ikut PSA2 Grasindo tapi nggak menang dan Heart Actually terpilih lagi di PSA2 😉

Mereka yang suka bukuku, selalu menunggu-nunggu buku baru dariku. Beberapa bahkan rajin “meneror” editor. Beberapa selalu pesan ke staf toko buku supaya ditelepon. Sementara yang benci fakta bahwa bukuku diterbitkan penerbit besar, mereka beli bukuku agar mereka bisa puas mengkritik. Normal ya?

Fakta Asyik
1. Banyak pembaca setia yang masih SMP-SMA. Banyak juga yang ibu-ibu berusia 40-60-an. Mayoritas haters itu seumuran denganku, antara akhir 20 sampai pertengahan 30.

2. Ada perang online di Goodreads Indonesia tahun 2012 ketika ada anak SMP yang menyerang haters karena dia suka banget Memory & Destiny. Aku baru tahu soal ini karena ada hater yang mention aku di Twitter. Anehnya, aku setuju sama komen si anak SMP ke salah satu hater yang English-nya jelek banget. Bahkan di kantor pun aku selalu komplain: merekrut linguist yang berkualitas itu susah banget.

3. Klub haters sangat berdedikasi. Baca gak baca, semua bukuku dikasih 1 bintang. Ada juga yang bikin akun palsu biar bisa kasih bukuku 1 bintang!

4. Aku direkrut untuk “menggantikan” posisi salah satu koordinator klub haters sebagai lead linguist. Dulu dia bikin hate-blog dan akun hate-twit tahun 2010. Alm. Pak Harry Suhartanto marah besar pas baca hate-twit dan menyuruhku bertindak tegas.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.