Antara kamu, Yunisa KD, dan novel-novelnya

Kakek Imut

Yunisa KD • Jan 5, 19 • Tidak Ada KategoriTidak ada Komentar

#30haribercerita

Punya anak mbanyol itu bikin geregetan. Apalagi kalau mukanya good looking dan alim. Casing di luar beda dengan software/operating system di dalam.

Suatu malam, saat si kecil marah-marah digodain kakaknya, tiba-tiba dia menyatakan diri kalau dia mau jadi kakek saja. Padahal normalnya dia selalu bilang ingin jadi pilot atau desainer roket/pesawat, dan hobi countdown ala Grampy Rabbit di Peppa Pig yang akan meluncurkan roket.

Sejak saat itu kami semua selalu menggodanya dengan panggilan kakek.

Kakek imut ini, seperti layaknya anak kecil, selalu cemot kalau makan es krim atau makanan lengket lainnya.

Dan seperti layaknya kakek, dia sangat suka sisiran sehabis mandi. Dia juga pernah membawa tidur sisir, padahal ibunya bingung mencari di mana sisir itu. (Dan sekarang sisir itu hilang beneran, entah di mana setelah kutinggal ke AS seminggu hiks).

Kakek imut juga sangat particular dengan nomor meja di restoran. Benar-benar persis kakek-kakek Cina! Dia pernah drama menangis minta meja nomor 11. Bapaknya sudah emosi jiwa karena lapar. Untungnya ibunya quick thinker, langsung ambil kertas, tulis angka 11, tutupin ke nomor meja. Berhasil!

Kadang si kakek nakal, menukar nomor meja dengan angka yang dia mau. Pelayan restoran hanya tertawa melihat kelakuan si kakek kecil.

Kakek balita ini juga sudah merencanakan nomor mobilnya jika sudah besar nanti. AB mobil Jogja kayak Oma. Dengan tanggal lahirnya. Oh kakek narsis!

Tapi kakek yang ini tidak pernah mengobral kegantengannya. Malah bingung kenapa banyak orang memuji dia ganteng. “Apa nanti aku tambah besar juga masih ganteng?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *