Antara kamu, Yunisa KD, dan novel-novelnya

Serigala Berburu Domba

Yunisa KD • Jan 6, 19 • Tidak Ada KategoriTidak ada Komentar

#30haribercerita

“Mama tidak suka gadis itu.”

“Kenapa, Ma? Bukannya dia baik, menyetiri kita selama di Penang ini?”

Mama mengedikkan bahunya. “Perasaan Mama tidak enak. Dia… tidak baik.”

“Tidak baik apanya? Lah wong dia nganter kita pergi-pergi… Dia tahu Mama Papa ke Penang, makanya dia bela-belain cuti dan naik bus dari Singapore,” aku membantah.

“Mana ada anak perempuan baik-baik jemput bola ke orang tua cowok?” Mama mencoba menjelaskan, tahu dengan pasti beliau tidak akan mengizinkan kakak perempuanku berbuat demikian. Tetapi penjelasan Mama langsung dipotong Papa.

“Loh kan dia pengin mengambil hati orang tua…” ayahku membela Janie.

“Bukan. Ada yang nggak bener…” ibuku mendesah dan tidak melanjutkan perkataannya. Dikeroyok anak dan suami yang tidak bisa melihat apa yang dia lihat.

Mungkin laki-laki memang lebih bodoh, tidak bisa mengendus akal bulus wanita jalang, yang sekarang selalu disebut oleh ibuku: sundel. Bahkan, ibuku tidak sudi lagi menyebut Shin Yee, nama Cina dari Janie.

Seandainya saja waktu itu aku lebih mendengarkan ibuku… Insting seorang ibu tidak pernah salah. Mother knows best. Janie Tan memang serigala berbulu domba. Entah bagaimana ibuku sudah merasakannya dari pertama kali berjumpa. Mom, I should have listened to you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *