Antara kamu, Yunisa KD, dan novel-novelnya

The Ring 2

Yunisa KD • Jan 17, 19 • CoretanTidak ada Komentar

#30haribercerita

OMG.

Aku masih tidak memercayai bahwa selama bertahun-tahun ini aku tertipu. Pencitraan Janie Tan sungguh konsisten. Dia berpura-pura menjadi “good girl” di hadapan semua orang. Hanya ibuku yang sejak awal sudah mengendus semua kepalsuan itu.

Ternyata sepanjang tahun 2009 itu dia memakai segala emotional blackmail sejak Januari hingga 28 Juli ulang tahunnya, agar aku memberinya cincin berlian yang akan dikenakannya menikah bersama pria idaman lain, yakni Mr. Lee yang notabene anak orang kaya pelosok Malaysia. Sementara aku bukan anak orang kaya. Tetapi aku mau berusaha.

The Ring 2

Setelah aku zoom, memang benar dia memakai cincin berlian pemberianku di hari pernikahannya dengan suaminya sekarang, yang sudah dikejarnya bertahun-tahun ini juga.

FYI, dia masih rajin datang ke apartemenku on weekdays setiap kali aku transit 1-2 minggu di Singapura. Lalu setiap weekend, dia MIA, missing in action, dan aku yang tidak pernah berpikiran buruk, tidak curiga karena dia beralasan: ada kelas ACCA alias akuntansi non-degree yang diambilnya sejak Juli 2008.

Bagaimana aku bisa yakin itu cincin berlian dariku?

Karena setelah hakim memintanya mengembalikan cincin itu, dia tidak mengenakan cincin berlian sama sekali. Hanya cincin kawin emas kecil seperti di foto yang diunggah fotografernya.

Dari semua wanita menikah yang mengenakan cincin berlian pemberian suami yang kuamati di Singapura ini – termasuk bosku di kantor – mereka semua tidak pernah melepaskan cincin simbol “status” entah karena nilai materialistik atau karena De Beers diamond is forever. Engagement ring alias cincin pertunangan sering dipakai ditumpuk dengan cincin kawin, atau satu di jari manis tangan kanan, satunya di jari manis tangan kiri.

Nah, kalau Shin Yee punya rasa malu atau harga diri sedikit saja, sewaktu dia mengembalikan cincin berlianku ke hakim, seharusnya dia sudah memakai cincin berlian baru yang mirip atau lebih gede, betul tidak?

Mungkin Mr Lee suaminya memang pelit kepadanya, seperti tangisan sejam Janie kepadaku pukul tiga dini hari. Atau mungkin gaji Mr & Mrs Lee ini habis untuk main saham dan berjudi di kasino, seperti kebiasaan keluarga Shin Yee selama ini yang kuketahui.

In any case, mataku tercelikkan sekarang. Janie Tan sungguh terlalu.

Tag:,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.