Between you, Yunisa KD, and her novels

Honey Lemon

Yunisa KD • Aug 30, 18 • Competition, ScribblesNo Comments

Oke, kuakui, sekarang aku malas banget menulis di blog. Seringnya nulis pemikiranku di Facebook page. Waktuku lebih tersedot untuk travel (tahun ini sering ke SG, sudah ke US dan Jepang), menggarap proyek pelokalan (kalau peak season, seminggu bisa kerja lebih dari 80 jam!), toko batik, dan tugas utama sebagai ibu: mengurus 2 anak TK yang “lumayan nakal”. Bagiku yang kecilnya super alim, anak-anakku sangat nakal. Tapi bagi suami yang kecilnya agak nakal, dan dibandingkan keponakan suami, anak-anakku masih lumayan baik. Kenakalan anak memang relatif, seperti teori relativitas Einstein.

Belum lagi suami tahun ini lebih banyak bertugas di LN. Berasa jadi single fighter, rempong banget, iya. Apalagi anak-anak sangat diskriminatif. Sama bapak yang jarang ketemu, sangat manis. Sama ibu yang tiap hari di rumah, manja banget. Ayo ngacung siapa yang setuju?

What I learnt from living in Indo is: we cannot rely on the domestic maids at all. Banyak drama dan makan ati. Kontrak kerja saja berani dilanggar. Janji balik tanggal berapa, mundur jadi tanggal berapa. Tugas membereskan mainan dan buku cerita anak – eh dia sendiri pikun, sehingga aku dengan mata 5 watt teler akibat menggarap game localization, masih harus memutar CCTV untuk melihat tadi ART naruh barangnya di mana… Apalagi anak sudah nangis-nangis barangnya hilang. Kebayang kan, stresnya jadi a working-at-home mom.

Nah, dari zaman kuliah, aku sudah tahu manfaat tiap pagi minum honey lemon. Suara serak, minum honey lemon. Gejala mau flu, minum honey lemon. Pokoknya, harus rajin ke supermarket dan beli lemon. Selalu siap madu (preferably manuka honey yang kaya antibakteri). #AsikTanpaToxic

Zaman masih tinggal di SG, aku pernah cobain minuman botolan merek lokal SG non-POKKA (tidak boleh menyebut merek, silakan cari sendiri di supermarket SG) yang rasa honey lemon. Cukup sekali aja, karena ada rasa after-taste pahit – entah pengawet kimia atau mesin pemeras lemon di pabrik terlalu squeeze kulit lemon?

Setelah bubble wrap dibuka

masih bubble wrapped

Eh lah tiba-tiba milis blogger perempuan kok bilang POKKA mengeluarkan honey lemon. Iseng-iseng, daftar untuk minta dikirimi sampel. Tumben juga, dalam seminggu sampel datang. Terus aku masukkan ke kulkas karena minuman POKKA biasanya lebih enak jika disajikan dingin.

Side note: Aku suka sekali green tea POKKA dengan gula normal – bukan reduced sugar hahahah). Dulu di SG hampir selalu stock up di kulkas. Apalagi zaman kerja di Google, itu salah satu minuman kaleng favorit. Tinggal ke pantry, ambil. Dan pernah sekali jariku terluka akibat gagal membuka kaleng POKKA green tea :O Untung TechStop (tim IT) sedia plaster, soalnya P3K Google adanya perban gede, bukan plaster!

It’s almost like POKKA = jaminan mutu (aduh ini tagline iklan lain ya).

Good timing… stres sama admin work untuk proyek pelokalan film, buka kulkas, minum Natsbee. Memang sih, rasanya masih kalah dengan freshly squeezed lemon yang diberi madu sendiri. Tapi kalau malas beli lemon, dan belinya segelas es honey lemon di kafe terdekat, harganya juga Rp30,000 plus (dengan pajak). Sementara satu botol honey lemon POKKA jauh lebih murah meriah dan rasanya TIDAK ADA AFTERTASTE PAHIT. Sayangnya Natsbee Honey Lemon POKKA ini belum masuk di supermarket terdekat… Semoga segera masuk biar bisa stock up 🙂 NATSBEE Honey Lemon, Minuman Madu Lemon kaya Vitamin C, cocok untuk mengatasi gaya hidup yang tidak sehat, stres, terkena polusi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *